Menteri Komunikasi dan Informasi Muhammad Nuh membantah bahwa Depkominfo menghabiskan uang hingga sebesar Rp1 triliun untuk mendanai pengadaan software anti pornografi yang dinamakan software Filter Situs Asusila. Nuh justru mengatakan bahwa tidak sepeser pun dana negara yang dipakai untuk membiayai proyek ini.

Dari pantauan Kompas.com, software yang disediakan untuk menyaring situs-situs pornografi itu memang software gratis (free software) dan bukan hasil pengembangan Depkominfo sendiri. Software-software seperti ini sebenarnya dapat diunduh siapa saja dari situs aslinya, namun juga dapat diambil dari server Depkominfo. Setidaknya sudah ada dua jenis software yang disediakan Depkominfo, yakni K9 Web protection dari Blue Coat dan Naomi Family Safe Internet dari Radiant.

“Tidak, tidak betul itu ada biaya sampai satu triliun. Sistem anggaran kita kan sangat ketat, disahkannya saja belum APBNP 2008, kalau kita mengeluarkan jelas kita melanggar, tidak mungkin. Lalu tidak ada di rencana anggaran, urusan ini tidak kita anggarkan” ujar Nuh kepada pers di Jakarta, Jumat (11/4). Menurut Nuh, proyek ini murni kerja sosial bekerja sama dengan institusi-institusi lainnya.

“Kawan-kawan pun mengerjakannya demikian, kawan-kawan asosiasi semuanya juga kerja sosial karena memang ini bagian dari tanggung jawab sosial itu,” tambah Nuh. Software Filter Situs Antisusila merupakan respon pemerintah terhadap maraknya situs porno di Indonesia dan penerapan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang disahkan oleh DPR 25 Maret silam