Philips perusahaan penerangan nomor satu didunia mendukung World Wide Fund?s (WWF) Earth Hour dengan cara mematikan lampu dikantor selama satu jam. Kampanye perubahan iklim ini, dimulai di Sdyney tahun lalu dan di organisir oleh WWF dengan tujuan untuk meningkatkan hal-hal sederhana yang dapat dilakukan oleh individual, perusahaan dan pemerintah dalam melawan peningkatan emisi gas rumah kaca dan penghematan energi.

Perusahaan Philips di Indonesia, Malaysia, Singapore, Filipina, Australia, Korea dan Thailand mematikan lampu sebagai dasar pemikiran perusahaan dan mengadakan berbagai aktivitas sebelum 29 Maret guna menarik perhatian para karyawan Philips dan pihak lain yang terkait dengan perusahaan� untuk berjanji memberikan dukungan terhadap Earth Hour.

Secara global, pada 2012, Philips bermaksud untuk meningkatkan penghematan energi operasionalnya sebesar 25% dan melipatgandakan investasinya dalam inovasi hijau hingga mencapai 1 miliyar EUR. Target ini mengartikan hingga akhir tahun 2008 seluruh kantor Philips secara global akan menggunakan system lampu hemat energi dan pengurangan emisi gas rumah kaca akan terlihat dari hasil produksi dan distribusi perusahaan.

Solusi baru dalam penghematan energi penerangan sekarang telah tersedia, namun, rates yang diadopsi oleh pasar sangatlah rendah apabila dipertimbangkan dengan hebatnya krisis perubahan iklim. The International Energy Agency telah memperhitungkan bahwa energi penerangan listrik sedunia telah memakan 19 persen dari keseluruhan penggunaan listrik, dan akibatnya berbagai perubahan yang mengarah kepada penghematan energi penerangan akan mengurangi konsumsi energi sedunia secara signifikan. Data terbaru dari Philips diawal tahun ini menunjukan potensi hemat energi dari penghematan energi penerangan sebesar 40 persen, dua kali lipat dari angka tahun sebelumnya.

Dalam waktu dekat ini di kantor Philips di Jakarta dan Surabaya juga akan mulai mematikan lampu selama waktu makan siang guna menghemat energi. Selama Earth Day Philips Indonesia menghimbau karyawannya untuk mematikan lampu dirumah mereka pada saat earth day untuk menjalankan komitmen terhadap penghematan energi dan untuk itu menjadi lebih peduli terhadap lingkungan.

“Philips merupakan perusahaan multinasional yang melihat tanggungjawab terhadap lingkungan dimana ia beroperasi secara sangat serius. Dengan permintaan terhadap listrik yang berkembang begitu cepat dibandingkan ekonomi negara, berbagai cara harus dapat ditemukan untuk menghemat energi.” Mr. Rob Fletcher, President Director of Philips Indonesia, melalui keterangan pers, Rabu (2/4/2008).

Philips telah lama memimpin industri dalam memperkenalkan teknologi yang lebih bersih dan lebih hijau serta berkomitmen secara drastis untuk mengurangi emisi karbon akibat kepentingan penerangan diseluruh dunia. Pada tahun 1980 Philips menciptakan efisiensi energi melalui lampu pijar (compact fluorescent light bulb)