Dowload day untuk Firefox-3.0 sudah berlalu. Saya yakin saat ini Anda sudah mencoba kemampuan browser ini. Namun, untuk meningkatkan kemampuan Firefox-3.0 dibutuhkan sedikit pengaturan settingan tambahan. Berikut saya posting kembali tips untuk menggandakan kecepatan browser Mozilla Firefox ini. Selamat mencoba.
Aktifkan browser Firefox-3.0 Anda dan ketikkan perintah “about:config” (tanpa tanda kutip), di address barnya.
Anda akan dibawa ke halaman konfigurasi Firefox-3.0. Kalau ada peringatan untuk hati-hati mengubah pengaturan pada halaman tersebut, klik yes atau ok saja.
Pada filter search bar di halaman konfigurasi, ketikkan “network.http.pipelining”. Pastikan valuenya sudah diset dengan nilai “true”. Jika masih “false”, klik ganda untuk menjadikannya “true”.
Kembali ke filter search bar, ketikkan “network.http.pipelining.maxrequests”. Double klik pada opsi ini dan rubah nilainya (value) menjadi 8.
Kembali ke filter search bar, ketikkan “network.http.proxy.pipelining”, double klik untuk merubah valuenya menjadi ‘true’.
Kembali ke filter search bar, ketikkan “network.dns.disableIPv6″. Double klik untuk merubah nilainya menjadi ‘true’.
Klik kanan di halaman konfigurasi tersebut dimanapun terserah, pilih new –>boolean. Ketikkan “content.interrupt.parsing”pada popup windows yang muncul kemudian klik OK. Ketika prompt untuk pilihan muncul, pilih ‘true’.
Kembali klik kanan halaman konfigurasi, pilih new –> integer. Ketikkan “content.max.tokenizing.time”. Pada prompt value yang muncul masukkan nilai 2250000.
Kembali klik kanan halaman konfigurasi, pilih new –> integer. Ketikkan “content.notify.interval”. Masukkan nilai 750000 pada prompt value yang muncul.
Kembali klik kanan halaman konfigurasi, pilih new –> boolean. Ketikkan “content.notify.ontimer”. Pilih ‘true’ untuk isian prompt value yang muncul.
Kembali klik kanan halaman konfigurasi, pilih new –> integer. Ketikkan “content.notify.backoffcount”. Pada prompt value yang muncul isikan value ’5′.
Kembali klik kanan halaman konfigurasi, pilih new –> integer. Ketikkan “content.switch.threshold”. Isikan nilai 750000 pada prompt integer value yang muncul.
Terakhir, kembali klik kanan pada halaman konfigurasi, pilih new –>integer. Ketikkan “nglayout.initialpaint.delay”. Isikan nilai ’0′ pada prompt isian nilai yang muncul.

JANGAN LUPA UNTUK MERESTART FIREFOX NYA.

Langsung saja dipraktekkan dan rasakan kemampuan dan kecepatan Firefox-3.0 milik Anda meningkat dua kali lipat dibanding settingan defaultnya.

Kalau ada yang berkenan kasih GRP akan diterima dengan senang hati. Kalau belum bisa GRP, thanks juga nggak pa pa.

From : rafkirasyid
kaskuser

Virus Repvblik menyerang dengan cara menginjeksi atau menginfeksi file Microsoft Office dengan cara menambahkan kode virus pada header file. File yang sudah diinjeksi nantinya akan bertambah 5 KB dari ukuran semula.

Dari keterangan tertulis Vaksincom yang dikutip detikINET, Selasa (22/4/2008), tidak sulit mendeteksi file yang telah terinfeksi virus Repvblik. Caranya, lihat icon dan ekstensi file di komputer Anda. Biasanya file yang sudah terinfeksi virus ini akan mempunyai icon VBS dengan ekstensi .DOC.VBS. Untuk membersihkannya, ikuti langkah berikut:

1. Nonaktifkan “Sytem Restore” selama proses pembersihan (jika menggunakan Windows ME/XP).

2. Matikan proses virus yang mempunyai nama file Wscript.exe. Untuk mematikan proses ini Anda dapat menggunakan tools CurrProses.

3. Hapus file yang dibuat oleh virus:

  • C:\Documents and Settings\%user%\Start Menu\Programs\Startup\Repvblik.vbs
  • C:\Repvblik

Hapus juga file yang di-drop di Flash Disk:

  • I am So Sorry.txt.vbs
  • Indonesian and their corruption!!.txt.vbs
  • Make U lofty.txt.vbs
  • NenekSihir and her Secrets.txt.vbs
  • Never be touched!!.txt.vbs
  • SMS Gratis via GPRS.txt.vbs
  • Thank U Ly.txt.vbs

4. Ubah Volume/nama Flash Disk secara manual dengan cara:

  • Klik kanan Flash Disk
  • Klik Rename
  • Ganti nama “Repvblik” dengan nama yang Anda inginkan

5. Untuk antisipasi dan mencegah infeksi ulang, instal dan scan komputer dengan antivirus yang dapat mendeteksi virus ini dengan baik.

6. Jika antivirus yang Anda instal tidak berhasil me-repair file yang sudah diinjeksi oleh VBS/Repulik.A, Anda dapat menggunakan tools yang dapat digunakan untuk me-repair file yaitu “Spliter VBS2DOC/XLS”. Untuk men-downloadnya, kunjungi URL berikut ini.

Jika nantinya para operator seluler telah mengimplementasikan infrastruktur jaringan berbasis protokol internet (IP) maka tarif layanannya yang dinilai masih mahal itu bisa dipangkas hingga 90%.

Demikian setidaknya menurut Group Head Brand Marketing Indosat, Teguh Prasetya. “Sayangnya, belum semua infrastruktur seluler telah berbasis IP. Begitu juga dengan radio interface-nya,” ujarnya di Kantor Pusat PT Indosat, Jakarta, Kamis (14/2/2008).

Teguh juga berpendapat, dengan hadirnya teknologi telekomunikasi berbasis IP terbaru yang disebut Long Term Evolution (LTE), nantinya tarif komunikasi data, suara, dan video bisa turun hingga sepersepuluhnya atau dipangkas sekitar 90% karena kanal atau saluran untuk komunikasi yang disediakan juga semakin besar.

“Namun, penurunan tarif sangat tergantung dari jumlah pengguna. Misal, dari sepuluh kanal yang tersedia kalau penggunanya cuma satu, maka tetap mahal karena tarifnya cuma dibebankan ke satu pengguna itu saja. Tapi, kalau penggunanya makin banyak, tarif otomatis akan turun karena bebannya dibagi sama rata,” jelasnya.

Teknologi LTE yang merupakan upgrade untuk jaringan GSM, CDMA, WCDMA atau HSPA, dianggap dapat menyediakan akses layanan internet cepat dengan tingkat delay rendah melalui mobile broadband. Saat ini, teknologi tersebut tengah digadang-gadang sebagai cikal bakal teknologi generasi keempat (4G).

Sumber : Detiknet.com

Media penyimpanan USB Flash Drive seringkali ngadat tak mau dilepas secara aman dari komputer. Seperti dikutip detikINET dari PCWorld, Selasa (15/4/2008), berikut beberapa tips praktis untuk mengatasinya.

1. Manfaatkan ‘Task Manager’

Seringkali ketika akan dilepas dari komputer, terdapat pernyataan USB Flash Drive tak aman dicopot. Jika Anda sudah menutup semua program dan USB Flash Drive tetap ngadat tak mau dilepaskan, cobalah memakai aplikasi ‘Task Manager’.

Tekan ‘Ctrl-Alt-Delete’ secara bersamaan untuk memunculkan ‘Task Manager’ di Windows XP. Kemudian klik tab ‘Processes’. Setelah itu, periksalah detail proses-proses komputasi yang sedang terjadi di sini.

Jika terdapat proses yang kira-kira berasal dari USB Flash Drive, pilihlah proses tersebut kemudian tekan ‘end process’. Kemudian, cobalah untuk kembali melepaskan USB Flash Drive.

2. Alternatif Lain

Namun jika dengan cara di atas USB Flash Drive tetap dinyatakan tak aman dilepas, ada 2 pilihan yang bisa diambil yaitu:

- Matikan komputer kemudian cabut USB Flash Drive tersebut.

- Atau Anda bisa menempuh risiko dengan langsung saja mencabut USB Flash Drive. Langkah ini dinilai tak menimbulkan masalah jika USB Flash Drive dicopot saat seluruh programnya telah ditutup. Namun tiada jaminan Flash Drive Anda aman dengan cara ini.

3. Pakai Software ‘USB Safely Remove’

Anda juga bisa mencoba versi trial software bernama USB Safely Remove. Software ini gunanya untuk menganalisis penyebab USB Flash Drive tak mau dilepas, kemudian menunjukkan solusinya. Hanya saja jika Anda ingin memiliki software ini secara permanen, Anda harus membayar sejumlah uang.

Sore yang cerah dan indah teman, menunggu saat matahri terbenam di sekitaran teluk bayur padang, tepatnya di bukit lampu. Wah bagi rekan rekan yang belum ke Kota Padang coba de datang sekali kali, banyak kok pemandangan indah disini.

Ini salah satu foto sun set yang aku ambil sore kemarin, sayang kameranya kurang begitu bagus jadi hasilnya ya seperti ini. Foto-foto lainya ada tapi tunggu ya.

Tak jarang (bahkan sekarang semakin memusingkan), pengguna menerima berbagai e-mail tak diundang (unsolicited atau spam mail) yang berisi tawaran produk. Untung ada berbagai cara untuk membendung laju spam.

Pada penyedia e-mail berbasis Web seperti Yahoo dan Gmail tersedia aplikasi anti-spam yang akan menyaring e-mail yang dianggap spam. Kalau pun masih lolos ke Inbox, Anda bisa memasukkan alamat pengirim ke backlist dengan cara klik tombol . Dengan begitu, setiap e-mail dari alamat tersebut akan masuk ke folder Spam.

Namun jangan percaya 100% dengan fasilitas anti-spam ini. Pertama, penilaian mereka bisa salah, sehingga e-mail betulan pun dianggap spam (contohnya jika judul atau subject e-mail terkesan generik dan pernah digunakan e-mail spam seperti ‘Hi, how are you?’).

Kedua, para spammer sering membajak alamat e-mail tertentu dan mengirim spam menggunakan alamat tersebut (tanpa sepengetahuan pemilik e-mail sebenarnya). Karena mencurigakan, Yahoo atau Gmail akan menganggap e-mail tersebut sebagai spam dan memasukkan alamat e-mail tersebut ke dalam blacklist. Celakalah jika pemilik e-mail sebenarnya mengirim e-mail betulan ke Anda, karena alamat tersebut akan tetap dianggap spam dan Anda tidak sadar jika dikirimi e-mail oleh orang tersebut. Karena itu sebaiknya Anda sesekali menengok isi folder Spam untuk melihat apakah ada e-mail betulan yang dianggap spam.

Spam mail seringkali memanfaatkan kebiasaan kita membiarkan e-mail terkirim tanpa diberi isian subjek (perihal). Demikian pula, untuk mencegah penyebaran spam, kalau kita harus mengirimkan e-mail ke lebih dari satu tujuan, isikan alamat-alamat tujuan tersebut ke dalam BCC (Blind Carbon Copy), bukan CC. Tentu saja, jika Anda berasumsi bahwa penerima e-mail tidak perlu tahu kepada siapa saja Anda mengirimkan salinan e-mail.

Pengacakan e-mail juga dapat menjadi cara yang baik untuk merahasiakan isi e-mail dan alamat tujuannya sehingga terhindar dari spam. Cara paling praktis adalah menggunakan plug-ins bernama Freenigma bagi browser Web Firefox.

Jika Anda menggunakan e-mail client, pendekatan yang dilakukan masing-masing aplikasi berbeda-beda. Mozilla Thunderbird misalnya, sudah memiliki aplikasi anti-spam terintegrasi dan dapat dilatih dilatih untuk mengenali spam. Untuk mengeset filter spam dan “melatih” Thunderbird dalam mengenali dan mengisolasi spam mail, silakan buat satu folder bernama Junk di bawah Inbox. Selanjutnya, klik menu Tools > Options > Privacy. Berikan tanda check pada pilihan “When I mark message as junk” dan aktifkan “Move them to accounts “Junk” folder”.

Terapkan fitur pengendalian spam mail dengan klik menu Tools > Account Settings > Junk Settings. Berikan tanda check pada pilihan “Enable adaptive junk mail control for this account”. Aktifkan pula pilihan “Move new junk messages to:” Arahkan pada folder Junk yangsebelumnya telah Anda buat.

Nah, sekarang periksa e-mail-e-mail yang kita anggap sebagai junk mail (spam). Klik kanan pada e-mail tersebut dan pilih Mark > As Junk.Setiap kali e-mail dari pengirim spam itu masuk, otomatis akan ditandai sebagai spam (junk). Untuk memasukkannya ke folder Junk, klik folder Inbox, lalu klik menu Tools > Run Junk Mail Controls on Folder.

Pengguna e-mail client Outlook dan Outlook Express memang tidak memiliki fasilitas khusus untuk menangkal spam. Akan tetapi Anda bisa memanfaatkan fasilitas Blocked Sender Lists (Tools>Message Rules), dan memasukkan alamat e-mail pengirim spam. Namun jika ingin lebih praktis, silakan install dan atur konfigurasi antispam semacam Spamihilator.

Media rekam portabel dari generasi awal sampai yang terkini selalu menyertakan fasilitas Autorun. Disket, CD, atau USB flash disk yang kita masukkan ke perangkat pembaca akan menawarkan pilihan untuk membuka isi atau menjalankan file di dalamnya secara otomatis.

Fungsionalitas Autorun dimanfaatkan oleh virus secara cerdik untuk masuk ke dalam komputer dan mulai menginfeksi. Sesaat setelah memasukkan media simpan ke dalam drive atau slot di komputer, jika muncul kotak dialog Autorun, jangan klik Yes.

Selanjutnya, untuk menonaktifkan secara sementara fungsionalitas Autorun di komputer, ikutilah langkah-langkah berikut:

  1. Klik menu Start > Run. Ketikkan perintah gpedit.msc, lalu klik tombol OK.

  2. Pada kotak dialog Group Policy, klik ganda pada Administrative Templates.

  3. Pada panel sebelah kanan, klik ganda System.

  4. Klik ganda pilihan Turn-off Autorun. Pada kotak dialog Turn-off Autorun Properties, aktifkan pilihan Enable. Pilih All drives pada Turn-off Autorun On. Jika sudah selesai, klik tombol OK.

Pengguna Windows XP masih harus menyempurnakan pengaturan dengan mengeset nilai pada registry. Ikuti langkah ini:

  1. Klik menu Start > Run. Ketikkan perintah regedit, lalu klik tombol OK.

  2. Bukalah kunci registry HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer.

  3. Pada panel sebelah kanan, klik ganda pada NoDriveTypeAutorun.

  4. Pada kotak dialog Edit DWORD Value, aktifkan pilihan Hexadecimal. Berikan nilai 95 untuk menonaktifkan Autorun pada USB flash disk. Jika hendak menonaktifkan Autorun pada USB flash disk maupun CDROM, berikan nilai b5. Klik tombol OK.

  5. Restart komputer untuk menerapkan pengaturan yang sudah kita buat

Parkir System Restore Agar Virus Gempor

Utiliti ini berfungsi untuk mengembalikan konfigurasi sistem, mundur ke suatu tanggal yang sudah lalu. Namun, secara cerdik, virus memanfaatkan fasilitas ini. Ketika ada upaya pembersihan, virus akan mengembalikan konfigurasi sistem ke tanggal saat komputer mulai terinfeksi virus.

Kalau begitu, jangan kalah cerdik. Nonaktifkan untuk sementara utiliti System Restore sebelum melakukan scanning dan pembersihan virus. Supaya lebih aman, masuklah ke Safe Mode dengan me-restart komputer dan menekan-nekan tombol F8. Jika muncul kotak dialog tawaran masuk ke Safe Mode, pilih Yes. Service dan proses yang minimal pada Safe Mode memperkecil kemungkinan virus aktif dalam bentuk service (process) yang disusupi. Mulailah menonaktifkan System Restore.

  1. Klik tombol Start > Control Panel. Jika Anda menggunakan Classic View, klik ganda ikon System, lalu buka tab System Restore. Jika Anda menggunakan Category View, klik ganda Performance and Maintenance, lalu klik System Restore > System Restore Setting.

  2. Berikan tanda check pada pilihan Turn-off System Restore on All Drives, lalu klik tombol OK.

Setelah proses ini, segera lakukan scanning virus dengan antivirus (tentu saja setelah definisi virus atau basis data virusnya di-update). Proses scanning akan menjadi lebih efektif.

Begitu proses scanning virus selesai, silakan aktifkan kembali utiliti System Restore dan restart komputer dalam mode Normal. Semoga trik ini bermanfaat bagi kita.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.